project13-vendor

Project 13, Menjemput Bola

di muat pada Majalah Investasi Kawasan Timur Indonesia edisi Februari – Maret 2012

Senja baru saja berlalu. Matahari tergantikan dengan kerlip lampu-lampu dari atas rigging, memandikan malam dalam cahaya warna-warni. Seperangkat sound system siap membahana menjangkau setiap telinga yang ada. Proyektor gambar menembak sebuah giant screen di atas panggung megah menambah kemeriahan. Sedereten kamera video dan fotografi menangkap momen dalam setiap sudutnya. Sebuah penggambaran bagaimana Project 13 melatari perhelatan hiburan.

Bukan berlebihan, terbentuk pada 2004 dari ide kreatif keisengan, Project 13 mengambil langkah pertamanya dalam dunia industri kreatif hiburan di Makassar. Usaha jasa sound system kecil-kecilan untuk kebutuhan acara sekolahan menetapkan hari jadinya sesuai dengan tanggal lahir sang pemimpin, Panji Akbar pada 13 Desember. Kini Project 13 menggenggam kepercayaan penyelenggaran event besar.

Project 13 membuktikan bahwa hobi adalah pekerjaan yang menyenangkan. Gemar bermusik dengan bendera band bernama Fatherland, insan-insan kreatif Project 13 mampu menjadi pesaing utama usaha sound system hanya dalam waktu dua tahun. “Karena hobi bermusik , dari band Fatherland, idenya berawal keisengan menghayal pas bulan puasa mati lampu”, jelas Muh. Yusuf, manajer Special Play, salah satu bidang usaha Project 13.

Perkembangan usaha kreatif yang tergolong sangat cepat itu ternyata di latari oleh tekad merasa kepalang tanggung karena telah memulai sesuatu dan dengan besaran modal investasi yang tidak sedikit. Merasa telah terlanjur basah menjadi pemicu semangat kerja yang maksimal menjadi kekuatan memajukembangkan usaha sound system Project 13. Faktor permintaan pasar yang besar menjadi pemicu lanjutannya. “Prospek bisnisnya bagus”, demikian penggambaran Yusuf.

Bagaimanapun, dalam dunia ekonomi kreatif, kreatifitas untuk melakukan peningkatan nilai tambah selalu menjadi salah satu kunci memenangkan persaingan. Selain karena permintaan pasar yang besar, motivasi memenangkan persaingan bisnis yang bersumber dari reaksi terhadap perilaku under estimate oleh pihak pesaing menjadikan Project 13 mampu berkembang secepat itu.

Usaha kreatif tentu saja membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Hal yang sangat disadari Project 13 sehingga melakukan upgrading SDM dengan menghadirkan Harry Kiss, seorang pengusaha dunia entertainment bidang sound system terkemuka Indonesia sebagai instruktur utama pelatihannya.

Perbaikan infrastuktur termasuk pembelian equipment baru sebagai alat produksi adalah elemen penting mengapa Project 13 cepat bertumbuh. Mulai dari menangani acara sekolahan, selanjutnya event hiburan artis ibukota yang tour ke Makassar pun mulai dirambah. Bendera Project 13 benar-benar telah berkibar-kibar.

Dengan track record mentereng seperti ini, tentu saja Project 13 memiliki strategi pemasaran handal. Secara eksternal, tim pemasaran giat menawarkan jasa dengan teknik memenangkan peluang. Menjaga hubungan kerjasama yang baik dengan klien termasuk menguasai kalender acara tahunan mereka adalah salah satu rahasianya. Di samping itu, memulai kerjasama dengan klien baru juga tidak kalah pentingnya. “Strategi ‘menjemput bola’ adalah kuncinya”, terang Yusuf.

Tips sukses memberikan kepuasan pada pelanggan adalah dengan pelayanan yang maksimal. Kualitas layanan bersumber dari pemilikan alat produksi yang sesuai standar kebutuhan event skala nasional. Olehnya itu, Project 13 jelas memiliki SDM yang mumpuni mengoperasikan peralatan tersebut dari belakang layar. “Kualitas nomor satu, orang-orangnya juga harus handal. Kami memiliki beberapa perlatan yang belum dimiliki orang lain di sini”, ulas Yusuf.

Kejelian melihat dan memanfaatkan peluang yang ada di pasaran menjadikan Project 13 membangun semacam board usaha. Usaha panggung dan rigging berinisial Warriors, usaha lighting bernama Elighting dan Special Play untuk bidang multimedia hadir untuk merespon permintaan pasar yang tinggi. Ketiga bidang usaha tersebut berada dalam board yang sama dengan Project 13. “Sekarang kontrak untuk sebuah event dengan Project 13 harus satu paket dengan panggung, lighting dan multimedianya”, lanjut Yusuf.

Project 13 memang mampu menjadikan kualitas sebagai jaminan pelayanan. Terbukti dengan sederet daftar event artis ibukota seperti Slank, Peterpan dan Iwan Fals terlaksana sukses. Bahkan perhelatan akbar teater I La Galigo mampu menyisakan kesan yang dalam bagi banyak orang adalah bukti kualitas dan kemampuan yang tinggi dari dukungan peralatan penyelenggaran acara.

Nama Project 13 tidak hanya menggaung di seantero Sulawesi Selatan. Bukan hanya daerah-daerah kabupaten/kota di provinsi ini yang mengontraknya, kota lain seperti Kendari dan Samarinda pernah mereka jejali. Seperti permainan sepakbola, strategi menjemput bola dan kualitas mengolahnya telah mengantarkan Project 13 berhasil menciptakan gol-gol indah. (Darmadi)